Kalau ditanya apa pendapat saya tentang hal yang menyerang sastra saya akan mengajukan tiga kata: kitsch, eskapisme dan faktualitas. Seni, dalam bentuk apapun, seharusnya dibuat untuk satu konsep tujuan yang jelas, artinya bahwa seni itu tidak dibuat untuk sesuatu yang bukan apa-apa. Melakukan sesuatu demi hal yang bukan apa-apa akan seperti seorang yang memegang pistol, [...]
Arsip untuk ‘sastra’ Kategori
SASTRA DALAM BELITAN KITSCH,ESKAPISME DAN FAKTUALITAS
Diposkan dalam catatan harian, sastra pada April 24, 2010 | 3 Komentar »
PURPLE RHAPSODY
Diposkan dalam sastra pada Februari 4, 2009 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Oleh Yuni Kristianingsih Pramudhaningrat Hujan turun dengan tiba-tiba, menimbulkan keributan sebentar yang sebenarnya lebih karena kaget -mengingat mendung yang menghiasi langit hanyalah jenis awan yang tipis dengan sedikit sekali warna kelabu- daripada karena air yang jatuh . Tetes-tetes air itu tidak berupa tetesan yang besar melainkan hanya kecil saja dan jatuhnya pun dengan keteraturan yang [...]
SURAT
Diposkan dalam sastra pada November 9, 2008 | 2 Komentar »
Oleh Yuni Kristyaningsih Pramudhaningrat Dhimas, Ketika aku menulis surat ini, dari jendela, aku melihat langit penuh awan. Itu adalah jenis awan berwarna putih, tipis, dan merata di semua sisi langit. Keberadaan awan itu menjadikan langit kelihatan sebagai suatu bidang yang mempunyai batas. Sebuah ruang yang terpagari oleh sesuatu. Langit yang seperti itu membuat aku [...]
GEGURITAN
Diposkan dalam sastra pada November 5, 2008 | 1 Komentar »
I Srengenge kang keplayu amargo kepapak wengi katon abang kaya atiku kang kebak rasa sujana. Gegayuhanku katon saya adoh lumayu. Geni iki ora bisa mendha sanajan wus tak siram kanthi ombakke samudra Kaya ngene rasane kabanjut talining asmara tansah ora bisa uwal kaya srengenge kang kudu kerem ing wayah surup. II Ati kang kebak [...]
SERAT KALATIDHA
Diposkan dalam sastra pada November 4, 2008 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Mangkya darajating praja, Kawuryan wus sunyaturi, Rurah pangrehing ukara, Karana tanpa palupi, Atilar silastuti, Sujana sarjana kelu, Kalulun kala tida, Tidhem tandhaning dumadi, Ardayengrat dene karoban rubeda. Ratune ratu utama, Patihe patih linuwih, Pra nayaka tyas raharja, Panekare becik-becik, Paranedene tan dadi, Paliyasing Kala Bendu Mandar mangkin andadra, Rubeda angrebedi, Beda-beda ardaning wong saknegara. [...]
PINTU
Diposkan dalam sastra pada November 4, 2008 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Aku akan selalu membiarkan pintu itu terbuka sedikit kira-kira cukup untuk engkau lewati saat pergi. Aku akan selalu membiarkan pintu itu selalu terbuka sedikit kira-kira cukup untuk jalan engkau kembali
ANDER SCHONEN BLAUEN DONAU
Diposkan dalam sastra pada November 4, 2008 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Donau so blau, so schon und blau durch Tal und Au wogst ruhig du hin dich grubt unser Wien, dein silbernes Band knupft Land and Land und frohliche Herzen schlagen an dinem schonen Strand. Weit vom Schwarzwald her eilst du hin zum Meer spendest segen allerwegen Ostwarts geht dein Lauf nimmst viel bruder auf [...]
HEIDENROSLEIN
Diposkan dalam sastra pada November 2, 2008 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Sah ein Knab’ ein Roslein stehn Roslein auf der Heiden War so jung und morgenschon Lief er schnell es nah zu sehn Sah’s mit vielen Freuden Roslein, Roslein, Roslein rot Roslein auf der Heiden Knabe sprach: “Ich breche dich Roslein auf der Heiden” Roslein sprach: “Ich steche dich Dab du ewig denkst an mich [...]