Feeds:
Pos
Komentar

kembang wijayakusuma

Ketika dibawa dari rumah keluarga tujuh tahun lalu hanya berupa sekerat daun. lalu tumbuh kira-kira setinggi badan saya dan tetap tumbuh walau diabaikan. biasanya di musim hujan bunga ini mekar tapi selalu hanya satu kuntum bunga yg kalau mekar lebih lebar dari jengkal saya. Seumur-umur baru tahun ini bunga wijayakusuma dari rumah kami ini berbunga sepasang.

wijaya 1

bunga di pagi hari

 

wijaya2

bunga jam tujuh malam

wijaya 3

bunga jam dua belas malam

siang dengan gerimis

siang dengan gerimis, yang mulia, aku membayangkan menunggumu pulang dari sholat jumat. barangkali di halte, di dekat pohon maple tua yg kusukai itu. masih tetap dengan candaan kecil kita soal payung, “kangmas, payung itu ditakdirkan untuk dimekarkan saat hujan. ora mung diasta thok.”

1

foto: “spring rain” john french sloan 1912

this is one of my ambitious dream: making organic fabric. since i know that the most difficult step in 100% organic lifestyle is how to make our clothes organic. i did my research on this subject for a long time and this weekend i try to make natural dyes myself.

naturaldye1

material fabric: cotton
dye solution: 1 part red beet, 4 parts rose petals to 2 parts cold water
color fixative: 4 parts cold water to 1 part vinegar

naturaldye2

after soak in bye bath for about 2 hours

 

 

 

saya, pisau dan laki-laki

pisau lipat

hari ini saya membutuhkan sekali pisau dan pisau lipat saya ketinggalan di rumah.

beberapa tahun lalu ayah saya memberi saya pisau lipat itu. saya tidak tahu kalau itu pisau lipat, karena itu terlihat seperti peralatan manikur yg direkatkan pada pembungkus kulit berwarna merah yg terlihat feminin untuk disebut alat yg berbahaya. kalau dibuka ada setidaknya lima logam beraneka bentuk dan fungsi yang dapat dilipat menjadi satu. ayah saya tahu cara mengasah pisau, army things, i guess, jadi pisau itu sangat tajam. saya biasanya membawanya kemana-mana.

hari ini saya ingin memotong sesuatu, sebenarnya pekerjaan saya seharian ini bisa dibilang potong memotong, tapi tak menemukan alat yg bisa saya gunakan untuk memotong.

ada sekitar sembilan orang di tempat saya bekerja dan lebih dari separonya adalah laki-laki. dan anehnya entah bagaimana tak ada satu pun dari mereka yg memiliki pisau.

saya bertanya pada seorang teman laki-laki, yg sebenarnya sedang sibuk dengan pekerjaannya sendiri, apa dia punya pisau. dia bilang tidak. saya, separo kesal separo heran berkata padanya dengan nada tinggi “why you don’t have it? you are a man. men always keep one or two weapon with them”

saya tidak menyadari betapa anehnya kesimpulan yg saya ambil sampai saya duduk menulis ini. sepanjang yg saya tahu laki-laki biasanya selalu punya pisau dan korek api. setidaknya laki-laki yg saya kenal. kemudian saya ingat kalau laki-laki yg saya kenal tidaklah banyak. dan mereka punya alasan kenapa membawa pisau dan korek api bersama mereka, sementara laki-laki yg lain belum tentu punya alasan itu.

menulis ini saya menyadari betapa konyolnya saya.

let me be beautiful

260120163117

always make such a fuss in the morning. looking at my bathroom mirror and saw my own face. if it is not about wrinkle, it is acne for sure.
honey and lemon paste will help, people said, and i desperately hope they are right

Little beauty

800px-Sargent_Mrs_Henry_White

Your Highness, would you mind to take me to the art museum to look at beautiful paintings? I want us to feast our eyes on John Singer Sargent. Because I love the way the people in his paintings hold their arms. It is just beautiful…it’s like prayer or dancers or both…
I want to look at the portrait of Mrs Henry White for over than 20 minutes. Do you know that Sargent used a pallet of lead white, bone black, viridian, vermillion and rose madder all just for the skin? I want to learn how he paints arms like calls to heaven. And I want to paint like that. Would you mind, Your Highness?

*just cranky and out of sorts*

cinta dan pengakuan

berteman dengan “orang indonesia” (harap tanda petiknya diperhatikan) itu harus berhati-hati.

ketika kita mengucapkan cinta kepada mereka belum tentu mereka akan menanggapinya dengan kasih pula, bisa jadi mereka malah akan mempermalukan kita. itu karena telah berkembang dalam pikiran mereka bahwa rasa cinta itu timbul karena mereka begitu hebat, luar biasa dan lebih dari makhluk lain, bahwa kedudukan antara yg mencintai dan yang dicintai itu tidak benar-benar setara, artinya orang yg mencintai itu harus memberi sesuatu, harus berkorban, harus mengalah dan lain sebagainya pada orang yg dicintai, dan ide bahwa cinta itu timbul karena hati pemiliknya memang penuh kasih tidaklah terlalu populer di kalangan mereka sehingga pengakuan cinta mendorong mereka menjadi sombong dan angkuh, yg kemudian berujung pada sikap merendahkan apabila yg mengaku mencintai itu mereka anggap tidak layak untuk cinta mereka. begitulah, harus ekstra hati-hati.

bagi orang seperti saya, yang dibesarkan dengan konsep bahwa cinta itu sesuatu yg luhur, sesuatu yg sudah seharusnya dimiliki manusia terhadap sesamanya, hal itu sangat mengganggu